Tips Merawat Transmisi Matic CVT Mobil dengan Benar

Tips Merawat Transmisi Matic CVT Mobil dengan Benar – Setelah memahami seluk beluk mobil matic dan gejala apa saja yang dapat menyebabkan transmisi bermasalah, maka Anda perlu mengetahui cara merawat mobil matic CVT agar transmisi awet dan nyaman digunakan.

Transmisi Matic CVT

Rekomendaso Tips Merawat Transmisi Matic CVT Mobil

Jangan Membawa Beban Lebih Dari Spesifikasi

Cara pertama untuk merawat Transmisi Matic CVT mobil adalah dari perilaku pengemudi Anda sendiri dalam berkendara, seperti membawa beban yang terlalu berat. Karena pada umumnya kendaraan telah memiliki daya dukung maksimal yang telah ditentukan oleh masing-masing dari pabrikan itu sendiri. Oleh karena itu juga, agar CVT Anda tetap awet, sebelum membawa barang bawaan, lihat dulu muatan kendaraan apakah sesuai dengan muatan yang dibawa atau tidak.

Contoh cara mengukurnya adalah dengan cara melihat berat kosong dan berat maksimum mobil secara manual dari masing-masing mobil. Misalnya Toyota Kijang Innova memiliki berat maksimum 2.130 kg dan berat kosong 1.525 kg, yang berarti jika dikurangi dengan daya angkut maksimum mobil yang direkomendasikan oleh pabrikan adalah 605 kg (orang atau barang).

Perlu diperhatikan juga jika mobil menggunakan berbagai variasi, seperti roof rail atau bemper besi, maka akan menyebabkan bobot kendaraan menjadi lebih berat. Selain memperhatikan beban maksimal, memperhatikan keawetan komponen CVT dari mobil Anda juga akan berdampak pada konsumsi bahan bakar yang akan jauh lebih boros karena beban mesin bertambah.

Mengganti Oli dan Service CVT Secara Berkala

Anda harus rajin mengganti oli transmisi otomatis agar kualitasnya terjaga. Penggantian oli pada transmisi CVT direkomendasikan biasanya pada setiap kelipatan jarak tempuh yang mencapai 30.000 kilometer. Jika mobil Anda tidak untuk penggunaan sehari-hari, dan Anda tidak harus melalui jalan yang kasar, penggantian oli CVT dapat memakan waktu hingga 50.000 kilometer.

Gunakan oli khusus CVT karena kandungannya berbeda dengan oli transmisi otomatis lainnya. Mengganti oli CVT secara berkala juga menyebabkan transmisi harus diperiksa secara berkala.  Jadi jika ada kerusakan ringan bisa segera diperbaiki agar tidak merembet ke komponen lain.

Jangan Sering Melewati Medan yang Terjal atau Menanjak

Kendaraan dengan transmisi CVT didesain untuk medan datar dan mulus. Jadi, sebaiknya jangan terlalu sering membawa kendaraan melewati daerah yang terjal dan menanjak.

Bagaimana Tips Merawat Transmisi Matic CVT Mobil dengan Benar?

Dikarenakan toleransi dalam menahan beban torsi dan tenaga tidak sekuat dengan transmisi konvensional. Jika Anda terpaksa harus melewati medan yang berat, maka Anda harus memastikan selalu transmisi CVT mobil yang Anda miliki dalam kondisi prima dan sehat, serta beban mobil tidak berlebihan untuk mengurangi dampak tekanan pada pulley set transmisi CVT yang berat.

Jangan Mengemudi Agresif

Gaya berkendara sangat perlu diperhatikan agar mulus tanpa harus menekan atau menginjak gas secara spontan, hal ini agar transmisi CVT lebih awet dan tetap prima. Karena ciri khas CVT adalah berporos pada puli ganda. Dimana cara kerjanya fleksibel, sehingga mengharuskan pemilik mobil untuk mengendalikan mobilnya dengan tertib, tidak tergesa-gesa, bahkan kasar.

Sering menendang atau menginjak gas secara spontan akan membuat rantai CVT menjadi mudah kendor dan akibatnya adalah rantai CVT menjadi tersendat. Jadi menginjak gas ada aturannya, tidak bisa tiba-tiba diinjak sampai pedal gas habis, tapi Anda harus pelan-pelan saja.

Menempatkan Posisi Transmisi dengan Hati-hati

Pilih posisi tuas transmisi sesuai dengan kondisi jalan. Misalnya saat harus melewati jalan menanjak dengan mode transmisi manual, sebaiknya gunakan gigi rendah. Pada transmisi CVT terdapat mode otomatis manual dengan cara menggeser tuas transmisi dari posisi D (penggerak) ke posisi M (manual). Biasanya dilengkapi dengan fitur bertanda (+) untuk upshift dan (-) untuk downshift. Namun perlu diingat, bahwa tidak semua mobil dengan CVT memiliki mode ini.

Saat melalui jalan menanjak dengan mode manual, sebaiknya gunakan gigi rendah. Pada kecepatan tinggi, hindari segera menurunkannya ke posisi gigi rendah. Jika dari gigi mundur atau R ke D, pastikan mobil berhenti dengan menekan rem terlebih dahulu dan sebaliknya. Saat menurunkan transmisi juga tidak boleh sembarangan. Misalnya saat kecepatan tinggi, jangan langsung pindah ke L atau gigi lebih rendah karena bisa merusak Transmisi Matic CVT.

Leave a Comment

Exit mobile version